Thursday, May 4, 2017

[Review] Belajar dari Semesta [GIVEAWAY]


"Aku masih bisa belajar selama aku masih hidup. Terutama jika aku bisa lebih peka dalam memandang semua hal di sekelilingku."
Hiking University of My Life

Aku hanya ingin mengabarkan bahwa rumus sederhana agar kita bisa melihat pelangi adalah matahari dan hujan. Artinya, kita bisa meraih kesuksesan karena ada usaha dan perjuangan.
Have you ever mused what nature teaches us?

"Apa kita masih bisa bersyukur ketika hidup sedang tidak baik? Burung di atas atap yang kulihat pagi itu mengajarkan aku untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan, 'Ya, aku bisa bersyukur!'"
Burung di Atap

Kalau kata orang, belajar tak melulu harus di bangku sekolah. Buku ini menunjukkan pada pembacanya bahwa ilmu bisa didapatkan dari mana saja, termasuk dari hal-hal yang mungkin selama ini kita anggap hal yang remeh.

Friday, April 21, 2017

[Review] I Want To Eat Your Pancreas


"...Padahal kau atau aku bisa saja meninggal besok. Tiap satu hari nilainya sama saja, kok. Nilai satu hari bagi setiap orang itu sama. Jadi tidak peduli apa yang sudah kulakukan, yang jelas nilai hari-hariku tidak akan ada bedanya dengan hari-harimu. Hari ini aku senang, kok. -hal. 15"

Kehidupan tokoh 'Aku' selama ini biasa saja: cowok pendiam, tidak mencolok, tidak tertarik pada hubungan dengan sesama manusia, dan selalu larut bersama novel dalam genggamannya. Namun, pada sebuah hari yang aneh, pertemuannya dengan seorang teman sekelasnya akan mengubah hidupnya.

Hari itu, di rumah sakit, ia menemukan sebuah buku saku berjudul Catatan Teman si Sakit, yang ternyata milik Yamauchi Sakura

"Apa maksudnya? Itu Cerita Teman si Sakit-ku. Sudah membacanya, kan? Begitu aku divonis terkena penyakit pankreas, aku menuliskan kisahku dalam buku harian. -hal. 23"

Tuesday, April 18, 2017

[Review] Miss Heartbreaker



Karin, pemegang peringkat dua selama beberapa semester terakhir, menaruh dendam kesumat kepada Aksara, sang pemegang peringkat pertama, alias orang yang selalu mengalahkannya selama ini. Karin tak mau tahu, semester ini harus berbeda. Semester ini dia harus memperoleh peringkat pertama. Semester ini dia harus mengalahkan Aksara, bagaimanapun caranya.

Sayangnya, nilai-nilai Karin belakangan ini menurun. Hal ini karena beberapa waktu terakhir, Karin harus menyelesaikan sebuah kasus sebagai bagian dari pekerjaannya.

Tidak banyak yang tahu kalau Karin punya pekerjaan sampingan. Kak Ferras, kakak Karin, menyebut pekerjaan sampingan ini sebagai Miss Heartbreaker. Bukan, pekerjaan Karin ini bukan jadi tukang PHP-in orang. Namun, Karin bekerja untuk menyelidiki perilaku pacar kliennya yang seringkali membuat klien dan pacarnya putus. Misalnya salah satu kasus kliennya yang juga merupakan teman satu ekskulnya, Fifi, di mana Fifi curiga bahwa pacarnya selingkuh dengan cewek lain. Karin bertugas untuk menyelidiki apakah pacar Fifi memang selingkuh dengan cewek lain. Dan ternyata benar, pacar Fifi memang selingkuh. Mereka pun akhirnya putus.

Suatu hari, Karin mendapat klien baru. Luna, nama klien itu, ternyata adalah mantan pacar Aksara. Iya, Aksara yang ngeselin banget yang kayaknya nggak punya teman itu. Masalahnya adalah, Aksara memutuskan hubungannya dengan Luna tanpa alasan jelas. Masalah kedua, hanya beberapa hari setelah putus, Aksara kedapatan berboncengan mesra dengan Fifi. Jadi Luna penasaran, apakah sebenarnya alasan putusnya hubungan mereka adalah karena Aksara dan Fifi punya hubungan spesial.

Sunday, April 16, 2017

Baca Bukunya Dulu, atau Nonton Filmnya Dulu? [Sunday Morning]

Dih, udah tiga bulan nggak ngepost Sunday Morning 😆

Membahas masalah film adaptasi dari novel tak akan ada habisnya.


Akhir-akhir ini, banyak sekali novel best selling yang diadaptasi ke layar lebar. Tanggapan para pembaca mengenai ini pun beragam. Ada yang menyambutnya dengan gembira, berharap dapat melihat live action (macam anime aja) dari cerita yang sebelumnya mereka baca. Namun, ada pula yang skeptis memandang hal ini. Takut ternyata filmnya tidak sesuai ekspektasi, mereka bilang.

Terlepas dari kedua pendapat tersebut, film adaptasi terbilang relatif lebih populer. Hal ini karena promosi film tersebut tidak hanya dilakukan oleh pihak produksi film, namun juga dari pihak produksi buku. Apalagi jika novel yang diadaptasi, sebelumnya sudah meraup sukses terlebih dahulu.


Namun sebuah pertanyaan muncul: jika ada dua cara dalam menyampaikan cerita (tulisan dan visual), manakah yang cenderung akan terlebih dahulu dinikmati?

Saturday, April 15, 2017

#BBIHUT6 GIVEAWAY!


Saya sudah kebanyakan nulis seminggu ini, baik nulis buat post marathon maupun nulis pembahasan skripsi, jadi udah susah kalau disuruh basa-basi lebih lanjut.

Hai!
Jadi, dalam rangka merayakan ulang tahun BBI yang ke-6, para BBI-ers mengadakan giveaway hop

Langsung aja, ini hadiahnya:

6 Hal yang Membuatku Malas Mereview Buku


Cie yang long weekend, saya mah apa yang masih asyik ambil data skripsi.
Bos besar udah nanyain tiap hari soal perkembangan skripsi saya. Entahlah, mungkin setelah lulus saya mau dijodohin sama saudagar minyak. Siapa tahu.

Hari terakhir marathon post dalam rangka ulang tahun Blogger Buku Indonesia yang ke-6. Di hari terakhir yang berbahagia, saya mau share tentang  6 alasan mengapa saya malas mereview buku.

Saya, sebagai blogger buku yang baik lagi budiman, sudah pasti identik dengan aktivitas mereview buku. Ada beberapa blogger yang hampir selalu mereview semua buku yang dibacanya. Sayangnya, saya bukan tipe orang yang seperti itu. Jika kamu mau (dan sudi) melihat aktivitas saya di Goodreads, sesungguhnya ada banyak buku yang sudah saya baca tetapi saya tidak menuliskan review untuk sebagian besar buku yang sudah saya baca itu. Padahal sebagaimana kita tahu, mereview (sambil ngomel dan curhat atau fangirlingan sama tokoh lelaki tampan) sangatlah menyenangkan.

Jadi mari kita langsung saja simak 6 hal yang membuat saya tidak mereview sebagian buku yang sudah saya baca:

Friday, April 14, 2017

6 Trik Merawat Timbunan Buku


Selamat hari Jumat, dan selamat jumatan, wahai calon imam.
(saya ngetik ini ketika adzan dzuhur berkumandang)

Masih dalam rangka post marathon #BBIHUT6. Setelah sebelumnya saya membuat post tentang 6 Fakta Menarik antara Wenny, Widy Bookie, dan Blogger Buku Indonesia, kali ini saya akan memberikan tips mengenai cara merawat timbunanmu yang udah setinggi Himalaya itu.


Sebagai pecinta buku, hal paling memuaskan dalam hidupmu adalah melihat koleksimu semakin banyak tiap harinya. Kamu melihat timbunanmu itu sebagai harta karunmu, masa depanmu.

Sayangnya, saking banyaknya bukumu, kamu nggak akan membaca semuanya secara rutin. Pasti ada aja buku yang akan tidak kamu baca dalam waktu yang lama. Kian hari, muncullah sebentuk bercak kuning kecoklatan di kertas, lalu kadang ada bau jamur yang menyeruak. Sedih nggak sih?

Nah, nggak mau kan buku-buku timbunan yang sudah kamu kumpulkan satu demi satu malah dimakan jejamuran? Yuk intip cara merawatnya!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...